Minggu, 27 November 2011

Hukum Memakai Gigi Palsu | Gigi Tiruan

    Assalammu'alaykum, Wr.Wb .. Selamat Pagi sobat montist (Moeslem Dentist), di pagi yag cerah dan pegal-pegal ini (hohoho, yang penting kita sehat dan patut di syukuri *_^), Motist ingin ngasih penjelasan tentang "Hukum Memakai Gigi Palsu" ni.. kemaren kan suda kita bahas tentang "Hukum Memakai Kawat Gigi".. nah sekarang kita bahas yang Gigi Palsu.(Checkit dot). :-p
     Sebenarnya gigi palsu sendiri sudah lama di perkenalkan oleh dunia islam,pada zaman Nabi Muhammad SAW, gigi palsu masih terbuat dari emas, termasuk hidung palsu, hal ini terbukti dari hadist berikut : "Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam pernah menyuruh seorang sahabat untuk menggunakan hidung buatan dari emas ketika terporong hidungnya pada peperangan" (HR.Abu Dawud ; At-Tirmidzi ; An-Nasa'i ; dan di Hasankan  Syeikh Al-Abany).
       Bagaimana dengan Hukum yang terkait tentang jenis kelamin? Apakah Wanita Saja yang boleh? Atau Laki-laki saja yang boleh memakai gigi palsu? Berkaitan dengan Wanita, wanita pada hakekatnya di perbolehkan berhias, yang artinya perhiasan dari emas maupun perhiasan dari bahan lain diperbolehkan untuk digunakan, termasuk gigi palsu berbahan emas. Sedangkan laki-laki tidaklah di sarankan untuk memakai gigi palsu berbahas emas, kecuali hal ini sudah dharurat dan sangat terpaksa karena tidak ada bahan lain yang anti karat selain emas, tentunya dengan tujuan pengobatan (Fatwa Al-lajnah Ad-Daimah 24/71-72, dan 25/15).
        Berkata syeikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin " Wajib Kita ketahui bahwa gigi emas tidaklah boleh di pasang kecuali bagi Wanita, Apabila kebiasaan mereka berhias dengan gigi emas tidaklah mengapa, adapun bagi laki-laki maka tidak diperbolehkan kecuali karena keperluan" (Majmu Fatwa Syeikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin)
         Namun dengan berkembangnya zaman, sudah jarang ditemukan, gigi tiruan yang berbahan emas, dikarenakan sifatnya yang kurang estetik, sekarang sudah ditemukan dari bahan-bahan seperti Akrilik, dan Nylon Thermoplastik (Valplast) yang lebih estetik (Indah dan sesuia warna gigi dan gusi).



Jumat, 25 November 2011

Hukum Memakai Kawat Gigi | Behel (Orthodontic Threatment), Bolehkah?

   Malam Sobat Montist (Moeslem Dentist ^_*) , Sudah Baca Artikel Montist mengenai "Hukum Memakai Gigi Tiruan Blum?" Hari ini kita akan membahas tentang Kawat Gigi, Sebenarnya boleh gak sih kita memakai kawat Gigi ???
   Kawat gigi semakin trend dengan anak muda, saat pertama kali ditemukan kawat gigi masih kurang menarik masyarakat, karena bentuknya yang aneh. dengan berkembanganya zaman, tekhnologi kesehatan gigi dan mulut khususnya bidang orthodontik, mengembangkan alat yang biasa disebut "Behel" oleh masyarakat.

Sejarah Kawat Gigi
    Pada awalnya Celcus pada tahun 25 SM mengemukakan teori: “Gigi dapat digerakkan dengan memberikan tekanan dengan tangan.” Peralatan sederhana yang didesain untuk mengatur gigi geligi telah ditemukan oleh para arkeolog di makam-makam kuno bangsa Mesir, Yunani, dan Suku Maya di Meksiko . (Wah Sudah ada 25 SM).
   Namun dengan berkembangnya zaman, Pada abad ke-20 Edward Angel atau yang dikenal dengan "Father of Orthodontics" membuat trobosan-trobosan baru dalam ilmu pengetahuan orthodontik, sehingga ditemukannya "Rubber Appliance" oleh Calvin S. Case dan H. A. Baker,disinilah berkembangnya Braces (Bracket).

Manfaat dan Kerugian Kawat Gigi?
Manfaat  :
1. Merapikan gigi yang berantakan.
2. Untuk menggerakkan dan menahan gigi
3. Mengkoreksi fungsi bicara
4. Mengkoreksi bentuk wajah
5. Mengkoreksi laju pertumbuhan tulang rahang


Kerugian :
1. Rasa sakit ketika pertama kali memakai behel, hal ini dikarenakan adanya rasa tertekan pada pembuluh dalam di daerah sekitar akar gigi.
2. Lubang dan Karang Gigi cepat terbentuk, karena sisa makanan mudah menyangkut dan sulit unutk dibersihkan, untuk itu perlu kontrol ruitn didalam perawatan kawat gigi, selain untuk melihat perkembangan perawatan, pada saat kontrol rutin juga dilakukan pembersihan karang gigi dan pengecekan adanya kemungkinan resiko karies (Gigi berlubang).
3.  Gusi, Bibir, dan Pipi mudah mengalami radang (Stomatitis) atau sering disebut Sariawan, hal ini dikarenakan kawat gigi yang bergesekan dengan mukosa (jaringan lunak di mulut) dan gusi.

 Setelah kita Mengerti Manfaat dan Kerugiannya, sekarang kita Bahas tentang hukumnya dalam perspektik Islam ^_^.
  
  Hukum Merapikan Gigi (Hukum Memakai Kawat Gigi)
ما حكم تركيب تقويم للأسنان إذا كان الفك السفلي صغير و الأسنان فيه متراكبة ومعوجة ، وكذلك الفك العلوي الأسنان فيه بارزه للأمام،
   Apa hukum memakai kawat untuk meratakan gigi? Rahang bawah terlalu kecil sehingga gigi-gigi bertumpuk dan tidak rata. Demikian pula rahang atas sehingga gigi maju ke depan.
مع العلم أنَّ تركيب التقويم يحتاج إلى خلع بعض الأسنان لتوفير مساحة إضافية ، وبعد فك التقويم يحتاج إلى تنعيم السن لإزالة أثر المادة المثبتة للحديد ؟.
   Perlu diketahui bahwa untuk meratakan gigi perlu ada sebagian gigi yang dicabut untuk memberikan ruang yang cukup bagi gigi yang hendak diratakan. Setelah kawat gigi dilepas gigi perlu di-fresh-kan untuk menghilangkan bekas dari benda penyangga kawat gigi yang terbuat dari besi.
الحمد لله
سئل الشيخ صالح الفوزان عن تقويم الأسنان فقال : إذا احتيج إلى هذا كأن يكون في الأسنان تشويه واحتيج إلى إصلاحها فهذا لا بأس به ،
   Syeikh Shalih al Fauzan pernah ditanya tentang hukum meratakan gigi. Jawaban beliau, “Jika ada kebutuhan untuk meratakan gigi semisal susunan gigi nampak jelek sehingga perlu diratakan maka hukumnya tidak mengapa (baca:mubah).
أما إذا لم يُحتج إلى هذا فهو لا يجوز ، بل جاء النهي عن وشر الأسنان وتفليجها للحسن وجاء الوعيد على ذلك لأن هذا من العبث ومن تغيير خلق الله .
   Namun jika tidak ada kebutuhan untuk mengotak-atik gigi maka mengotak-atik gigi hukumnya tidak boleh. Bahkan terdapat larangan meruncingkan dan mengikir gigi agar nampak indah. Terdapat ancaman keras atas tindakan ini karena hal ini adalah suatu yang sia-sia dan termasuk mengubah ciptaan Allah.
أما إذا كان هذا لعلاج مثلاً أو لإزالة تشويه أو لحاجة لذلك كأن لا يتمكن الإنسان من الأكل إلا بإصلاح الأسنان وتعديلها فلا بأس بذلك .
   Jadi mengotak-atik gigi dengan tujuan pengobatan, menghilangkan penampilan gigi yang jelek atau ada kebutuhan yang lain semisal seorang itu tidak bisa makan dengan baik kecuali jika susunan gigi diperbaiki dan ditata ulang maka hal tersebut hukumnya tidak mengapa.
أما إزالة الأسنان الزائدة فقال الشيخ ابن جبرين : لا بأس بخلع السن الزائد لأنه يشوه المنظر ويضيق منه الإنسان … ، ولا يجوز التفليج ولا الوشر للنهي عنه .
   Tentang menghilangkan gigi yang ‘berlebih’ Syeikh Ibnu Jibrin mengatakan, “Tidaklah mengapa mencopot gigi yang ‘berlebih’ karena keberadaan gigi tersebut merusak penampilan sehingga orang yang mengalami tidak merasa Percaya Diri. Namun tidak diperbolehkan mengikir dan meruncingkan gigi karena hal tersebut terlarang”.
   Berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. “Artinya : Para wanita yang mengikir gigi untuk berhias dan yang merubah ciptaan Allah” Mengikir gigi merupakan perbuatan yang merubah ciptaan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menyibukkan diri dengan perbuatan sia-sia yang tidak ada manfaatnya, dan hanya membuang-buang waktu yang seharusnya dipergunakan untuk hal-hal lain yang lebih bermanfaat bagi manusia. Perbuatan tersebut juga merupakan penipuan dan penggelapan serta menunjukkan kerdilnya manusia.[Zinatul Mar’ah, hal. 84]

Semoga Bermanfaat Sobat Montist ^_^, Wallahu 'alam...
Sumber :
1. http://ustadzaris.com/hukum-memakai-kawat-gigi
2. http://muslimstory.wordpress.com/2009/06/11/651/
3.http://yudhy91handsomemale.blogspot.com/2011/06/behel-kawat-gigi-dan-islam-beserta.html
4. http://en.wikipedia.org/wiki/Dental_braces

Artikel Terkait :
1. Hukum Memakai Gigi Palsu | Gigi Tiruan

   

Rabu, 23 November 2011

Bagaimana Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Pada Ibu Hamil

     Bagi Anda calon ibu, ataupun calon bapak, alangkah pentingya menjaga kesehatan selama proses kehamilan, termasuk juga kesehatan gigi dan mulut. Karena setiap aspek yang menyangkut kesehatan ibu hamil, pasti berdampak pada kandungan di rahim ibu.
    Sudah diketahui bahwa pada ibu hamil terjadi perubahan hormon progesteron dan estrogen, yang berpengaruh pada banyaknya air liur, dan pembengkakan gusi (Gingivitis Gravidarum). untuk itu ibu hamil biasanya sering mengalami morning sick atau kebiasaan muntah-muntah di pagi hari karena mual (berhubungan dengan banyaknya uptake air liur),morning sick bisa menyebabkan erosi email karena sifat air liur yang lebih asam, sehingga resiko terjadinya gigi berlubang (caries) meningkat. Yang kedua adalah radang gusi / gusi bengkak (Gingivitis Gravidarum), penelitian bahwa penyakit gusi ataupun gigi pada ibu hamil, dapat merangsang hormon prostaglandin yang berpengaruh terhadap kinerja otot rahim. dengan adanya hormon prostaglandin yang berlebih memacu kerja dari otot rahim untuk berkontraksi sehingga menyebabkan resiko lahir premateur pada trimester 1 atau ke-2 (usia janin di bawah 28 minggu).
             Selain itu Menurut hasil penelitian dari Journal Of Obstetrics Gynecology, Yiping Han peneliti dari Case Western Reserve University tahun 2010, melaporkan ibu yang gusinya terinfeksi dapat menularkan infeksi pada janin melalui peredaran darah plasenta. Pada kasus yang diteliti ini terbukti kuman Fusobacterium nucleatum yang menginfeksi gusi ibu ditemukan dalam tubuh janin dan mengakibatkan keguguran. Sementara itu North Carolina menemukan fakta bahwa Bakteri Streptococcus mutans yang merupakan penyebab gigi berlubang dapat menyebar ke seluruh tubuh melalui sirkulasi darah, dan selanjutnya dapat mencapai jantung dan menyebabkan gangguan pada jantung ibu hamil. ( kutipan, Intisari 2010 )  
      
           Adapun Tips untuk menjaga Kesehatan gigi dan mulut pada ibu hamil adalah sebagai berikut :
  1. Gunakan sikat gigi yang lembut dan ukuran yang sesuai.
  2. Pada waktu ibu hamil muntah  atau sering mengeluarkan air liur jangan lupa untuk  berkumur, bisa dengan air hangat yang dibubuhi garam. Kumur dengan air hangat juga bermanfaat  untuk membersihkan sisa lemak - lemak pada rongga mulut dan sela gigi
  3. Bila perlu pilih pasta gigi  yang tidak merangsang terjadinya alergi, terutama untuk gusi yang sensitif,  dan yang terpenting juga adalah memilih pasta gigi yang akan membuat kondisi mulut menjadi lebih segar sehingga tidak mudah mual (biasanya selama hamil ibu hamil mudah sekali merasa mual dan muntah).
  4. Lakukan penyikatan gigi secara benar dan gerakan sikat melingkar dengan hati hati di sela – sela gigi. Sikat gigi arah atas ke bawah dan sebaliknya arah bawah ke atas. minimal menggosok gigi 2 kali sehari (sebelum dan setelah tidur, lebih baik jika setiap setelah makan).
  5. Bila ada gangguan  kesehatan pada mulut yang perlu menggunakan obat kumur , sebaikny.a memperhatikan  label pada kemasan  tentang keterangan kontra indikasi untuk ibu hamil . Penggunaan obat kumur terutama untuk mengatasi bakteri penyebab bau mulut  maupun membersihkan keasaman pada rongga mulut bagi ibu hamil perlu berkonsultasi dengan dokter gigi.
  6. Bila mempunyai gigi palsu lakukan perawatan gigi palsu secara  teratur
  7. Konsumsi buah buahan berserat yang banyak mengandung Vitamin C dan Vitamin B12 karena baik untuk gusi.
  8. Penuhi kebutuhan kalsium sesuai dengan anjuran dokter atau bidan, terutama dari sumber zat makanan alami, karena kalsium yang dikonsumsi oleh ibu hamil juga diserap oleh calon calon bayi.
  9. Kurangi konsumsi makanan yang manis dan asam karena jenis makanan seperti itu cenderung bisa menimbulkan masalah kerusakan pada gigi
  10. Apabila sudah terlanjur mengalami masalah gigi selama kehamilan, maka dokter perlu mengambil tindakan untuk menangani masalah ini. Namun, segala tindakan seperti obat pemutih gigi, dan obat-obatan lainnya, penggunaan X ray selama pemeriksaan gigi, sebaiknya dilakukan setelah bayi Anda lahir. Meskipun X ray gigi menggunakan radiasi yang cukup kecil, namun tentunya harus dihindari untuk lebih meminimalisir efek negative yang mungkin timbul pada bayi...
Sumber :
  1. http://kesehatan.kompasiana.com/ibu-dan-anak/2011/09/25/6-alasan-penting-menjaga-kesehatan-gigi-ibu-hamil/
  2. http://informasitips.com/waspadai-masalah-gigi-berlubang-pada-wanita-hamil
  3. http://herrysusant.wordpress.com/2011/02/16/persalinan-prematur-bisa-akibat-sakit-gigi-saat-hamil/

Sabtu, 19 November 2011

Siwak, Warisan Baginda Rasulullah yang mempunyai banyak Khasiat...

Siwak, itulah sebuah nama dahan ataupun akar pohon dari pohon arook yang dulunya sering digunakan oleh Nabi Muhammad SAW untuk bersiwak (Menyikat Gigi), sifatnya yang basah dan berserat memudahkan untuk membersihkan gigi, seperti sikat gigi pada zaman sekarang ini. Uniknya tidak perlu pasta gigi dalam penggunaan siwak.  Di sini kita akan membahas bagaimana siwak bisa memberikan manfaat yang luar biasa. Dan  kandungan apa saja di dalam siwak yang bisa mempengaruhi kondisi rongga mulut kita sehingga dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Adapun hadist yang menganjurkan untuk bersiwak adalah sebagai berikut :
  1. "Siwak merupakan kebersihan bagi mulut dan keridhoan bagi Rob". (HR: Ahmad, irwaul golil no 66 [shohih]).
  2. “Kalau bukan karena akan memberatkan umatku maka akan kuperintahkan mereka untuk bersiwak setiap akan wudlu”. (HR: Bukhori dan Muslim, irwaul golil no 70)
  3. “Kalau bukan karena akan memberatkan umatku maka akan kuperintahkan mereka untuk bersiwak setiap akan salat”. (HR: Bukhori dan Muslim, irwaul golil no 70)
  4. ”Aku bertanya kepada ‘Aisyah: “Apa yang dilakukan pertama kali oleh Rosululloh jika dia memasuki rumahnya?” Beliau menjawab :”Bersiwak”. (HR: Muslim, irwaul golil no 72)
  5. Dari Abu Musa Al-Asy’ari berkata, yang artinya: "Aku mendatangi Nabi Shallallâhu ‘alaihi wasallam dan dia sedang bersiwak dengan siwak yang basah. Dan ujung siwak pada lidahnya dan dia sambil berkata “Uh- uh”. Dan siwak berada pada mulutnya seakan-akan beliau muntah". (HR: Bukhori dan Muslim)
  6. ‘Dari Aisyah berkata, yang artinya: "Aku melihat Rosululloh memandang siwak tersebut, maka akupun tahu bahwa beliau menyukainya, lalu aku berkata: ‘Aku ambilkan siwak tersebut untuk engkau?” Maka Rosululloh mengisyaratkan dengan kepalanya (mengangguk-pent) yaitu tanda setuju." (HR: Bukhori dan Muslim)
 Dari beberapa hadist diatas, sudah jelas bahwa siwak banyak mempunyai manfaat, mari kita bahas^_^

Manfaat Siwak ?

Penelitian ilmiah modern yang dilakukan di Universitas Rostock,Jerman mengukuhkan, bahwa siwak mengandung zat yang melawan pembusukan, zat pembersih yang membantu membunuh kuman, memutihkan gigi, melindungi gigi dari kerapuhan, bekerja membantu merekatkan luka gusi dan pertumbuhannya secara sehat, dan melindungi mulut serta gigi dari berbagai penyakit. Sebagaimana telah terbukti bahwa siwak memiliki manfaat mencegah kanker.”
 
Selain efek-efek higienis, siwak juga menstimulasi BAS (Biologically Active Spots = Titik Aktif Biologis) yang terletak di antara gigi dan gusi. Titik-titik ini mengatur enam organ (telinga, mata, hidung, lidah, dan oesophagus (saluran makanan dari mulut ke perut), tiga pasang cells (wedge shaped, rahang atas, ethmoid), sinus, sendi temporal rahang bawah, dan 28 saraf tulang belakang yang mengatur fungsi-fungsi secara praktis semua organ, otot, dans endi pada ekstremitas atas dan bawah.
Titik-titik yang sama mengatur fungsi sejumlah organ seperti empedu dan kantong empedu, liver, ginjal, perut, pancreas, limpa, paru-paru, jantung, usus besar dan usus kecil.
Terpijitnya BAS pada mulut oleh siwak akan meredakan rasa sakit dan menurunkan ketegangan otot-otot neurorefleks yang disebabkan oleh osteochondros (sejenis penyakit tulang). Penggunaan siwak secara teratur, selain mencegah penyakit, ia juga mengatur perkembangan 70 BAS dan membantu pikiran kita agar jernih.

Kandungan Kimia Batang Kayu Siwak.
Hasil penelitian oleh Al-Lafi dan Ababneh (1995) terhadap kayu siwak menunjukkan bahwa siwak mengandung mineral-mineral alami yang dapat membunuh bakteri, menghilangkan plaque, mencegah gigi berlubang serta memelihara gusi.
Siwak memiliki kandungan kimiawi yang bermanfaat, seperti :

  • Antibacterial acids, seperti astringents, abrasive dan detergents yang berfungsi untuk membunuh bakteri, mencegah infeksi dan menghentikan pendarahan pada gusi. Pada penggunaan siwak pertama kali, mungkin terasa pedas dan sedikit membakar, karena terdapat kandungan serupa mustard di dalamnya yang merupakan substansi antibacterial acids tersebut.
  • Kandungan kimia, seperti Klorida, Pottasium, Sodium Bicarbonate, Fluoride, Silika, Sulfur, Vitamin C, Trimethyl amine, Salvadorine, Tannins dan beberapa mineral lainnya yang berfungsi untuk membersihkan gigi, memutihkan dan menyehatkan gigi dan gusi. Bahan-bahan ini sering diekstrak sebagai bahan penyusun pasta gigi.
  • Minyak aroma alami yang memiliki rasa dan bau yang segar, menjadikan mulut menjadi harum dan menghilangkan bau tak sedap.
  • Enzim yang mencegah pembentukan plaque yang menyebabkan radang gusi. Plaque juga merupakan penyebab utama tanggalnya gigi secara premature.
  • Anti decay agent (Zat anti pembusukan), yang menurunkan jumlah bakteri di mulut dan mencegah proses pembusukan. Selain itu siwak juga turut merangsang produksi saliva (air liur) lebih, dimana saliva merupakan organik mulut yang melindungi dan membersihkan mulut.
    Menurut laporan Lewis (1982), penelitian kimiawi terhadap tanaman ini telah dilakukan semenjak abad ke-19, dan ditemukan sejumlah besar klorida, fluor, trimetilamin dan resin. Kemudian dari hasil penelitian Farooqi dan Srivastava (1990) ditemukan silika, sulfur dan vitamin C. Kandungan kimia tersebut sangat bermanfaat bagi kesehatan gigi dan mulut dimana trimetilamin dan vitamin C membantu penyembuhan dan perbaikan jaringan gusi. Klorida bermanfaat untuk menghilangkan noda pada gigi, sedangkan silika dapat bereaksi sebagai penggosok. Kemudian keberadaan sulfur dikenal dengan rasa hangat dan baunya yang khas, adapun fluorida berguna bagi kesehatan gigi sebagai pencegah terjadinya karies dengan memperkuat lapisan email dan mengurangi larutnya terhadap asam yang dihasilkan oleh bakteri.
    Siwak sebagai zat antibakterial

      El-Mostehy dkk (1998) melaporkan bahwa tanaman siwak mengandung zat-zat antibakterial. Darout et al. (2000) Melaporkan bahwa antimikrobial dan efek pembersih pada miswak telah ditunjukkan oleh variasi kandungan kimiawi yang dapat terdeteksi pada ekstraknya. Efek ini dipercaya berhubungan dengan tingginya kandungan Sodium Klorida dan Pottasium Klorida seperti salvadourea dan salvadorine, saponin, tannin, vitamin C, silika dan resin, juga cyanogenic glycoside dan benzylsothio-cyanate. Hal ini dilaporkan bahwa komponen anionik alami terdapat pada spesies tanaman ini yang mengandung agen antimikrobial yang melawan beberapa bakteri. Nitrat (NO3-) dilaporkan mempengaruhi transportasi aktif porline pada Escherichia coli seperti juga pada aldosa dari E. coli dan Streptococcus faecalis. Nitrat juga mempengaruhi transport aktif oksidasi fosforilasi dan pengambilan oksigen oleh Pseudomonas aeruginosa dan Stapyhylococcus aureus sehingga terhambat.

      Menurut hasil penelitian Gazi et al. (1987) ekstrak kasar batang kayu siwak pada pasta gigi yang dijadikan cairan kumur, dikaji sifat-sifat antiplaknya dan efeknya terhadap komposisi bakteri yang menyusun plak dan menyebabkan penurunan bakteri gram negatif batang.

      Penyusun (2005) di dalam skripsi yang berjudul “Pengaruh Ekstrak Serbuk Kayu Siwak (Salvadora persica) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Streptococcus mutans Dan Staphylococcus aureus Dengan Metode Difusi Lempeng Agar” menemukan bahwa ekstrak serbuk kayu siwak bersifat antibakterial sedang terhadap bakteri S. mutans dan S. aureus.


      Siwak sebagai “oral cleaner device” (alat pembersih mulut)

      Siwak sangat efektif sebagai alat pembersih mulut. Almas (2002) meneliti perbandingan pengaruh antara ekstrak siwak dengan Chlorhexidine Gluconate (CHX) yang sering digunakan sebagai cairan kumur (mouthwash) dan zat anti plak pada dentin manusia dengan SEM (Scanning Electron Microscopy). Almas melaporkan bahwa 50% ekstrak siwak dan CHX 0,2% memiliki efek yang sama pada dentin manusia, namun ekstrak siwak lebih banyak menghilangkan lapisan noda-noda (Smear layer) pada dentin.

      Sebuah penelitian tentang Periodontal Treatment (Perawatan gigi secara berkala) dengan mengambil sampel terhadap 480 orang dewasa berusia 35-65 tahun di kota Makkah dan Jeddah oleh para peneliti dari King Abdul Aziz University Jeddah, menunjukkan bahwa Periodontal Treatment untuk masyarakat Makkah dan Jeddah adalah lebih rendah daripada treatment yang harus diberikan kepada masyarakat di negara lain, hal ini mengindikasikan rendahnya kebutuhan masyarakat Makkah dan Jeddah terhadap Periodontal Treatment.

      Penelitian lain dengan menjadikan serbuk (powder) siwak sebagai bahan tambahan pada pasta gigi dibandingkan dengan penggunaan pasta gigi tanpa campuran serbuk siwak menunjukkan bahwa prosentase hasil terbaik bagi kesehatan gigi secara sempurna adalah dengan menggunakan pasta gigi dengan butiran-butiran serbuk siwak, karena butiran-butiran serbuk siwak tersebut mampu menjangkau sela-sela gigi secara sempurna dan mengeluarkan sisa-sisa makanan yang masih bersarang pada sela-sela gigi. Hal ini yang mendorong perusahaan-perusahaan pasta gigi di dunia menyertakan serbuk siwak ke dalam produk pasta gigi mereka. WHO (World Health Organization) turut menjadikan siwak sebagai salah satu komoditas kesehatan yang perlu dipelihara dan dibudidayakan.



      Waallahu 'Alam

      (Diadopsi dari Skripsi penyusun yang berjudul “PENGARUH EKSTRAK SERBUK KAYU SIWAK (Salvadora persica) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Streptococcus mutans DAN Staphylococcus aureus DENGAN METODE DIFUSI LEMPENG AGAR), 2005, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya.


      .
     Sumber :
    1. http://majlisdzikrullahpekojan.org/sains-islam/manfaat-siwak-untuk-kesehatan-gigi.html
    2. http://id.wikipedia.org/wiki/Siwak
    3. http://farizal-joevas.blogspot.com/2009/03/manfaat-siwak.html

      Jumat, 18 November 2011

      Ameloblastoma dan Tusuk gigi, Benarkah berhubungan?

      Baru-baru ini kita sering mendengar kabar mengenai ameloblastoma yang dapat dipicu dari kesalahan menggunakan tusuk gigi, banyak pemberitaan di media massa bagaimana anak berumur 19 tahun (Afh) menderita ameloblastoma dikarenakan menggunakan tusuk gigi, yang menyebabkan gusinya berdarah, dan lama-kelamaan membesar hingga sebesar semangka muda.
      Gambar 1.1 Ameloblastoma

      Keterangan :
      1. Gambaran Klinis Ameeloblastoma
      2. Ronsen tampak daerah radiolusen berlobus di bagian Mandibula
      3. Pengambilan sebagian rahang Mandibula yang sudah terjadi Ameloblastoma

      Ameloblastoma yang berasal dari bahasa yunani yaitu amel (yang berarti enamel) dan blastos (yang berarti kuman), sedangkan secara keseluruhan Ameloblastoma adalah tumor jinak(Benigna) yang dapat berkembang dari sel-sel epitelial yang terdapat dalam organ enamel (pembentuk gigi), folikel gigi impaksi, membran periodontal, epithelium yang melapisi kista dentigerous, dan ruang sempit pada rahang.
      Ameloblastoma bersifat jinak, tumbuhnya lambat, penyebarannya lokal dan invasif, serta merusak jaringan sekitar (destruktif) dan mampu berproliferasi di stroma jaringan ikat.
      Beberapa faktor yang sering dikaitkan sebagai penyebab ameloblastoma diantaranya faktor iritasi seperti gigi yang tidak tumbuh (terbenam dalam tulang), kista rahang, trauma atau peradangan pada gigi, gangguan nutrisi, dan infeksi virus.

      Bagaimana dengan tusuk gigi?
      Pada umumnya tusuk gigi tidak dianjurkan oleh dokter gigi, karena dapat menyebabkan rusaknya papilla interdental (Gusi berbentuk lancip diantara gigi), oleh karena itu dokteer gigi menganjurkan untuk menggunakan dental flos (benang khusus untuk membersihkan sela-sela gigi).
      Tusuk gigi bisa menyebabkan trauma pada gusi, sehingga menyebabkan perdarahan kecil, apabila sistem imun baik, maka perdarahan tersebut tidak berlanjut, dan sembuh dalam waktu yang singkat (5-8 menit). Namun jika terjadi infeksi pada daerah periodontal diperparah terjadinya proliferasi yang tidak terkontrol, dapat memicu epitel untuk berdiferensiasi menjadi tumor. Sehinnga posisi tusuk gigi didalam pembentukan ameloblastoma hanyalah sebuah triger.

      Di sini saya akan memberikan gambar mengenai proses terjadinya keganasan :

      Bagaimana dengan Terapi Ameloblastoma ?
      Insisi atau eksisi, sudah seharusnya dilakukan, hal ini tergantung besarnya lesi. Hasilnya kemudian dirujuk untuk dilakukan pemeriksaan mikroskopis dan biopsi, hal ini akan menentukan terapi yang dilakukan. Sebuah ameloblastoma yang dilakukan eksisi, memiliki tingkat rekurensi sebesar 50%-90%. Hal ini sangat sulit diprediksi tergantung dari jenis ameloblastoma yang menyerang. Selain itu dapat dilakukan dengan terapi radiasi (setelah sebelumnya melakukan pendekatan intra oral), enukleasi, reseksi, dan extirparsi (Firman,2010) .

      Sumber :
      1. http://en.wikipedia.org/wiki/Ameloblastoma
      2. http://obatherbal.sweetspearls.com/2011/09/20/jelly-gamat-ampuh-menyembuhkan-tumor-rahang-ameloblastoma/
      3. http://library.usu.ac.id/index.php?option=com_journal_review&id=2482&task=view
      4. http://drnealblog.blogspot.com/2010_05_01_archive.html
      5. pustaka.unpad.ac.id/Proses_Penyembuhan_Ameloblastoma_Pasca_Extirpasi

      Sekian.. Semmoga Bermanfaat. ^_^

      Artikel Lainnya :
      1. Bagaimana Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Pada Ibu Hamil
      2. Siwak, Warisan Baginda Rasulullah yang mempunyai banyak Khasiat...
      3. Hukum Memakai gigi Palsu | Gigi Tiruan
      4. Hukum Memakai Kawat Gigi | Behel | Alat Orthodontik